TVRI Membagikan Gratis Set Top Box Kepada Masyarakat di Batam

Institusi Penyiaran Publik membagikan 500 set top box tv digital terhadap masyarakat Provinsi Kepulauan Riau pada pengesahan pemancar TV komputerisasi di Batam.

“Kami akan bagikan 500 unit set box ke masyarakat Kepri secara hanya-hanya supaya dapat menyaksikan siaran TV komputerisasi,” kata Kepala Stasiun TVRI Riau, Muhtar Lutfi, di Batam, Selasa.

jual Set top box itu, kata ia, untuk dipakai guna menangkap siaran komputerisasi dalam konversi TV analog ke komputerisasi.

LPP TVRI, bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Info meluncurkan TV komputerisasi untuk menggantikan TV analog yang sekarang berjalan.

Berdasarkan ia, mutu siaran komputerisasi lebih bagus daripada analog.

Seandainya pada siaran TV analog, mutu siaran bertumpu pada jarak dengan pemancar, kian jauh dari pemancar, siaran yang diterima berbayang, karenanya pada TV komputerisasi, mutu yang diterima masyarakat senantiasa bagus, tak tergoda dari jarak dengan pemancar.

“TV komputerisasi cuma mengetahui dua, diterima dengan bagus atau tak diterima,” kata ia.

Pemancar TV komputerisasi Batam, berada pada chanel 40 di Sekupang dan bisa diisi enam program siaran, kata ia.

“Chanel 40 Sekupang bisa diisi enam saluran program siaran, ialah TVRI nasional, TVRI lokal Riau, dan empat stasiun TV swasta,” kata ia.

TVRI, kata ia, menyiarkan dua program, lokal dan nasional, dan siaran mulai pukul 13.00 WIB sampai 21.00 WIB, tiap-tiap hari.

Ketidakhadiran TV komputerisasi di Kepri, kata ia, adalah implimentasi visi misi TVRI dalam memberikan pelayanan kabar terhadap masyarakat.

“Kami harap stasiun Riau bisa kerjasama dengan pemerintah tempat untuk mengisi bobot lokal, sehingga potensi tempat dapat dimaksimalkan,” kata ia.

Di daerah yang sama, Direktur Kelembagaan Komunikasi Sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika, James Pardede mengatakan pemerintah memprogramkan siaran TV analog dihentikan dan digantikan dengan komputerisasi.

Dia mengatakan siaran TV komputerisasi diawali berjenjang pada 2011 di Jabodetabek dan diinginkan dapat menjangkau nasional pada 2017. “Pada 2018 analog dinonaktifkan segala indonesia,” kata ia.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad sani mengatakan penduduk Kepri yang tersebar di lebih 2.000 pulau mendambakan siaran yang bagus.

“Dengan siaran yang lebih berkwalitas tentu lebih menarik,” kata Gubernur.Siaran dialog juga diinginkan bisa menarik perhatian masyarakat Kepri yang selama ini merasakan siaran TV negara jiran.

“Sebab Kepri berada di perbatasan, mereka dengan gampang bisa menyaksikan TV negara tetangga dengan baik,” kata ia.

Kecuali itu, siaran komputerisasi juga diinginkan bisa menyiarkan siaran pengajaran dan tayangan berkearifan lokal dengan mutu yang bagus supaya dapat menarik masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *